Surveilans Maternal Perinatal & Sistem Registri Berbasis Data
MK Epidemiologi Klinik & Biostatistik Lanjut (6 SKS)
Dr.dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Konsultan Obstetri Ginekologi Sosial
Deskripsi Modul
Setiap kematian ibu adalah kegagalan sistem yang dapat dicegah. Surveilans maternal perinatal adalah sistem berkelanjutan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mendiseminasikan data — dengan tujuan tunggal: mencegah kematian berikutnya.
Indonesia memiliki tantangan surveilans yang unik: negara kepulauan dengan 17.000+ pulau, sistem kesehatan terdesentralisasi, dan disparitas infrastruktur ekstrem.
Capaian Pembelajaran
Menjelaskan konsep dan komponen surveilans maternal perinatal
Membedakan metode surveilans (fasilitas, komunitas, CEMD, MDSR)
Menjelaskan arsitektur registri dan kualitas data
Menganalisis siklus MDSR dan implementasinya
Mengevaluasi under-reporting dan strategi mengatasinya
Materi Inti
C.1. Mengapa Surveilans Maternal Perinatal?
Paradoks Data Indonesia: Estimasi WHO (MMR=173) vs Data SDKI (MMR=305). Under-reporting yang sistemik.
Siklus Surveilans:
Tanpa siklus aksi-umpan balik, surveilans hanya menjadi pengumpulan data yang mahal.
C.2. Metode Surveilans
Kelebihan: Data klinis lengkap. Keterbatasan: Hanya menangkap kematian di fasilitas (estimasi 30-50% terjadi di luar fasilitas).
Metode: Sisterhood method, jaringan kader Posyandu. Kelebihan: Menangkap kematian di luar fasilitas. Keterbatasan: Data klinis sangat terbatas.
Fitur kunci: Anonimitas, multi-disiplin, identifikasi faktor yang dapat dicegah. Contoh: MBRRACE-UK berhasil menurunkan MMR dari 90 menjadi 9/100.000.
C.3. MDSR: Siklus Lengkap
Maternal Death Surveillance and Response — Kerangka komprehensif WHO (2013), diadopsi Kemenkes melalui Permenkes No. 97/2014.
Setiap kematian ibu terdeteksi
Pelaporan 24-48 jam
Panel multidisiplin
Agregasi data periodik
Implementasi perubahan
Apakah kematian berikut dicegah?
C.4. Substandard Care dalam MDSR
Inti analisis MDSR: identifikasi penyimpangan dari standar penanganan.
Terlambat mengenali tanda bahaya, menolak rujukan.
Diagnosis salah, penanganan tidak sesuai panduan.
Tidak ada darah, PONEK tidak fungsi, rujukan gagal.
Prinsip Non-Punitif: MDSR dirancang untuk mengidentifikasi kegagalan sistem, bukan menghukum individu.
C.5. Sistem Registri Maternal Perinatal
Arsitektur Data:
LEVEL 1 — DATA IDENTIFIKASI ├── NIK, Tanggal lahir └── Domisili LEVEL 2 — DATA KEHAMILAN ├── Tanggal ANC pertama └── Komplikasi kehamilan LEVEL 3 — DATA PERSALINAN ├── Cara persalinan └── Penolong persalinan LEVEL 4 — DATA LUARAN ├── Berat lahir └── Kematian + penyebab
Lima Dimensi Kualitas Data:
C.6. Under-Reporting: Tantangan Terbesar
Fakta: Hanya 40-60% kematian ibu yang masuk sistem pelaporan resmi. Untuk setiap 2 kematian yang dilaporkan, ada 1-3 lainnya yang tidak terdeteksi.
Penyebab Utama:
- Kematian di luar fasilitas (30-50%)
- Misklasifikasi penyebab kematian
- Ketakutan punitif
- Kelemahan pencatatan sipil
- Definisi tidak konsisten
C.7. Surveilans Perinatal
| Indikator | Formula |
|---|---|
| Stillbirth Rate | Lahir mati / Total kelahiran × 1.000 |
| Perinatal Mortality Rate | (Lahir mati + Kematian 0-7hr) / Total lahir × 1.000 |
| Neonatal Mortality Rate | Kematian 0-28hr / Kelahiran hidup × 1.000 |
C.8. Implementasi di Tingkat Kabupaten
C.9. Teknologi Digital
Sistem Informasi Kesehatan Daerah berbasis web.
Platform integrasi data kesehatan nasional.
Data kunjungan ANC dan persalinan fasilitas primer.
Monitoring AKI berbasis data real-time.
Pertanyaan Diskusi
Pertanyaan 1:
Kepala Puskesmas melaporkan 0 kematian ibu dalam 3 tahun, namun kader menyebut 2-3 kematian/tahun. Analisis under-reporting, langkah investigasi, dan intervensi prioritas.
Pertanyaan 2:
Argumen: "Dengan SATU SEHAT, MDSR manual sudah tidak diperlukan." Evaluasi: apa yang dapat dan tidak dapat digantikan oleh sistem digital?
Rangkuman
Surveilans = sistem deteksi-analisis-respons untuk mencegah kematian berikutnya.
Metode: fasilitas, komunitas, CEMD, MDSR — masing-masing saling melengkapi.
MDSR fokus pada kegagalan sistem (substandard care) dengan prinsip non-punitif.
Under-reporting 40-60% adalah tantangan fundamental di Indonesia.
Registri berkualitas rendah lebih berbahaya dari tidak ada registri.
Referensi
- WHO. Maternal Death Surveillance and Response: Technical Guidance. 2013.
- WHO. Trends in Maternal Mortality 2000 to 2020. 2023.
- Knight M, et al. MBRRACE-UK 2021. Oxford: NPEU; 2021.
- Permenkes No. 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan KIA.
- Thaddeus S, Maine D. Too far to walk. Soc Sci Med. 1994.
Tugas Kelompok – Periode 2
Skenario: Kabupaten Taliabu
Kabupaten kepulauan termuda di Maluku Utara. Estimasi under-reporting 50-60%. Analisis meta-analysis intervensi komunitas dan perancangan sistem MDSR adaptif.
Bagian A: Analisis Meta-Analysis
Verifikasi pooled estimate (RR=0.55), analisis heterogenitas (I²=52%, τ²=0.089), Prediction Interval, dan aplikabilitas untuk Taliabu.
Bagian B: Perancangan MDSR
Analisis situasi surveilans, rancangan sistem MDSR adaptif (5 komponen), antisipasi hambatan.