Survival Analysis: Kurva Kaplan-Meier & Uji Cox Proportional Hazard
MK Epidemiologi Klinik & Biostatistik Lanjut (6 SKS)
Dr.dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Konsultan Obstetri Ginekologi Sosial
Deskripsi Modul
Dalam banyak penelitian obstetri, pertanyaan yang relevan bukan sekadar apakah suatu event terjadi, tetapi kapan event tersebut terjadi. Survival analysis — atau time-to-event analysis — menjadi tidak tergantikan untuk menjawabnya.
Capaian Pembelajaran
Menjelaskan konsep dasar survival analysis: time-to-event, censoring, fungsi survival
Menghitung dan menginterpretasikan kurva Kaplan-Meier dan uji log-rank
Menjelaskan asumsi proportional hazards dan verifikasinya
Menginterpretasikan Hazard Ratio (HR) dan membedakannya dari OR dan RR
Materi Inti
C.1. Mengapa Survival Analysis?
Keterbatasan analisis konvensional untuk data time-to-event:
Masalah: Jika kita hanya menghitung proporsi event (misal 30/200 = 15%), kita mengabaikan: (1) Waktu terjadinya event berbeda, (2) Informasi parsial dari subjek yang di-censor.
C.2. Konsep Dasar
Time-to-Event
Waktu dari titik awal (time origin) hingga event.
Censoring
Informasi waktu hingga event tidak lengkap.
Fungsi Survival S(t)
Probabilitas subjek belum mengalami event hingga waktu t.
C.3. Estimasi Kaplan-Meier
Metode non-parametrik untuk mengestimasi fungsi survival. Kurva berbentuk tangga (step function).
C.4. Uji Log-Rank
Menguji H₀: S₁(t) = S₂(t) untuk semua t. Membandingkan jumlah event yang diamati (O) vs diharapkan (E).
C.5. Model Cox Proportional Hazard
Model semi-parametrik untuk analisis multivariat time-to-event.
Hazard Ratio (HR)
| Nilai HR | Interpretasi |
|---|---|
| HR = 1,0 | Tidak ada perbedaan hazard |
| HR > 1,0 | Hazard lebih tinggi (event lebih cepat) |
| HR < 1,0 | Hazard lebih rendah (efek protektif) |
Perbedaan HR vs RR vs OR: HR mengukur instantaneous rate event yang eksplisit mempertimbangkan dimensi waktu, bukan sekadar risiko kumulatif atau odds.
C.6. Asumsi Proportional Hazards
Rasio hazard antara dua kelompok adalah konstan sepanjang waktu.
Verifikasi:
- Plot log-minus-log (LML): Kurva harus paralel.
- Schoenfeld Residuals: Uji korelasi dengan waktu (p > 0.05 = PH terpenuhi).
Jika Asumsi Dilanggar:
- Gunakan stratifikasi
- Time-varying covariates
- Restricted Mean Survival Time (RMST)
C.7. Aplikasi dalam Obstetri Ginekologi
Rekurensi preeklampsia, survival kanker.
Waktu hingga persalinan prematur.
Interval onset komplikasi hingga kematian.
C.8. Median Survival Time
Waktu di mana S(t) = 0,50. Titik di mana 50% subjek telah mengalami event.
Pertanyaan Diskusi
Pertanyaan 1:
Studi dengan kurva KM yang bersilangan di bulan ke-18. Apakah log-rank test tepat? Apa analisis alternatifnya?
Pertanyaan 2:
Rancang studi evaluasi progesteron untuk menunda persalinan prematur. Definisikan time origin, event, censoring.
Rangkuman
Survival analysis memanfaatkan informasi parsial dari censored observations.
Kaplan-Meier mengestimasi fungsi survival berbentuk tangga.
Log-rank membandingkan kurva survival antar kelompok (non-parametrik).
Cox PH menghasilkan Hazard Ratio (HR) untuk analisis multivariat.
Asumsi Proportional Hazards wajib diverifikasi (Schoenfeld residuals).
Referensi
- Collett D. Modelling Survival Data in Medical Research. 3rd ed. 2015.
- Cox DR. Regression models and life-tables. JRSS Series B. 1972.
- Kaplan EL, Meier P. Nonparametric estimation... JASA. 1958.
- Harrell FE. Regression Modeling Strategies. 2nd ed. 2015.
Tugas Personal – Minggu 7
Bagian A: Analisis Kritis
Analisis abstrak penelitian "Faktor Risiko Kematian Neonatal" dengan 55 kasus, 18 variabel awal, stepwise backward.
- A1: Hitung EPV (Events Per Variable). Evaluasi klaim AUC=0.91.
- A2: Identifikasi 2 masalah metodologis lain.
Bagian B: Perancangan Analisis Survival
Skenario: Studi progesteron mikronisasi vs kontrol pada ibu hamil risiko tinggi. Outcome: persalinan prematur.
- B1: Definisikan time origin, event, censoring.
- B2: Pilih metode analisis (Logistik vs Cox). Hitung crude Risk Ratio.
- B3: Interpretasikan HR=0.52. Buat ringkasan eksekutif.