A

Deskripsi Modul

Setelah memahami bagaimana merancang penelitian yang valid dan bebas dari bias serta confounding, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana kita mengukur dan mengkomunikasikan besarnya hubungan antara paparan dan outcome? Ukuran asosiasi adalah bahasa universal epidemiologi — alat yang mengubah data mentah menjadi angka yang bermakna untuk pengambilan keputusan klinis dan kebijakan.

Lebih dari sekadar formula matematis, modul ini menekankan pemahaman konseptual yang memungkinkan konsultan Obginsos membaca literatur secara kritis, mengomunikasikan risiko kepada pasien dan pembuat kebijakan, serta menghindari over- atau under-statement tentang besarnya masalah kesehatan reproduksi.
B

Capaian Pembelajaran Modul

1

Menghitung dan menginterpretasikan Risk Ratio (RR), Odds Ratio (OR), dan Prevalence Ratio (PR) dari data penelitian obstetri ginekologi

2

Membedakan ukuran asosiasi relatif dan absolut serta menjelaskan relevansi klinisnya

3

Mengidentifikasi konteks penggunaan yang tepat untuk masing-masing ukuran asosiasi berdasarkan desain studi

4

Menjelaskan kondisi di mana OR dapat digunakan sebagai aproksimasi RR (rare disease assumption) dan batasannya

5

Mengomunikasikan besarnya risiko kepada audiens klinis dan kebijakan secara akurat dan tidak menyesatkan

C

Materi Inti

C.1. Kerangka Dasar: Tabel 2x2

Seluruh ukuran asosiasi dalam epidemiologi dapat diturunkan dari tabel kontingensi 2x2 yang sederhana namun fundamental. Klik pada sel untuk melihat definisinya.

OUTCOME (+)
OUTCOME (-)
Total
PAPARAN (+)
a
b
a+b
PAPARAN (-)
c
d
c+d
Total
a+c
b+d
N
Klik pada sel a, b, c, atau d untuk melihat definisi.

C.2. Ukuran Frekuensi sebagai Dasar

Risiko (Cumulative Incidence)

Proporsi tanpa dimensi waktu eksplisit.

Risiko = Kasus baru / Populasi awal

Rate (Incidence Rate)

Memperhitungkan variasi waktu follow-up.

Rate = Kasus baru / Person-time

Odds

Bukan probabilitas. P / (1-P).

Odds = p / (1-p)

C.3. Risk Ratio (RR) — Rasio Risiko

RR = [a/(a+b)] / [c/(c+d)]
Nilai RR Interpretasi
RR = 1,0Tidak ada asosiasi; risiko sama
RR > 1,0Faktor risiko (meningkatkan risiko)
RR < 1,0Faktor protektif (menurunkan risiko)
Konteks Penggunaan:

RR adalah ukuran asosiasi alami untuk: Studi Kohort (prospektif maupun retrospektif), RCT, dan Studi Cross-sectional (modifikasi menjadi PR). RR tidak dapat dihitung dari studi kasus-kontrol.

C.4. Odds Ratio (OR) — Rasio Odds

OR = (a × d) / (b × c)
Rare Disease Assumption

Ketika prevalensi/insidens outcome < 10%, OR ≈ RR. Namun untuk kondisi umum (misal: preeklampsia ~5–10%), OR akan melebih-lebihkan RR.

Kapan OR Lebih Tepat:
  • Studi kasus-kontrol: Satu-satunya ukuran yang bisa dihitung
  • Regresi logistik: Output alami adalah OR
  • Meta-analysis: Lebih stabil untuk pooling

C.5. Prevalence Ratio (PR)

PR = [a/(a+b)] / [c/(c+d)]

Secara formula identik dengan RR, tetapi mengukur prevalensi (kondisi ada), bukan insidens.

Catatan Penting: Untuk studi cross-sectional dengan outcome prevalensi tinggi (>10%), gunakan Poisson regression dengan robust variance atau Log-binomial regression untuk menghasilkan PR, bukan regresi logistik (yang menghasilkan OR).

C.6. Ukuran Asosiasi Absolut

Risk Difference (RD)

RD = Risikoterpapar - Risikotidak terpapar

Lebih relevan untuk pengambilan keputusan klinis.

Number Needed to Treat (NNT)

NNT = 1 / |RD|

Berapa banyak yang harus diintervensi untuk 1 manfaat.

Population Attributable Risk % (PAR%)

PAR% = Pe(RR - 1) / [Pe(RR - 1) + 1] × 100%

Mengukur berapa besar burden penyakit di populasi yang dapat dikaitkan dengan paparan.

Contoh: Jika 40% ibu melahirkan tanpa tenaga kesehatan (Pe=0,40) dan RR kematian = 3,5, maka PAR% = 50%. Artinya, 50% kematian ibu secara teoritis dapat dicegah.

C.7. Ringkasan Perbandingan Ukuran Asosiasi

Ukuran Formula Desain Studi Kondisi Optimal
Risk Ratio (RR)[a/(a+b)] / [c/(c+d)]Kohort, RCTOutcome tidak terlalu umum
Odds Ratio (OR)(a×d) / (b×c)Kasus-kontrol, SemuaOutcome jarang (<10%)
Prevalence Ratio (PR)[a/(a+b)] / [c/(c+d)]Cross-sectionalOutcome prevalens
Risk Difference (RD)a/(a+b) − c/(c+d)Kohort, RCTKeputusan klinis
NNT1 / |RD|Kohort, RCTKomunikasi intervensi
PAR%Formula LevinSemuaPrioritas kebijakan

C.8. Kesalahan Umum dalam Interpretasi

Kesalahan 1: Menginterpretasikan OR sebagai RR tanpa verifikasi

Ini menghasilkan klaim risiko yang dilebih-lebihkan pada outcome yang umum.

Kesalahan 2: Hanya melaporkan ukuran relatif tanpa absolut

"Risiko meningkat dua kali lipat" terdengar dramatis, tetapi konteks risiko dasar penting.

Kesalahan 3: Menyamakan asosiasi statistik dengan kausalitas

RR/OR bermakna statistik belum membuktikan hubungan kausal.

Kesalahan 4: Mengabaikan presisi estimasi

RR=5.0 dengan CI (0.8–31.2) jauh berbeda dari RR=5.0 dengan CI (3.2–7.8).

D

Pertanyaan Diskusi

Pertanyaan 1:

Sebuah studi kasus-kontrol tentang faktor risiko eklamsia melaporkan OR = 4,2 (95% CI: 2,8–6,3) untuk riwayat hipertensi kronis. Seorang dokter menyatakan: "Ibu dengan hipertensi kronis memiliki risiko eklamsia 4,2 kali lebih tinggi." Apakah pernyataan ini secara teknis tepat? Jelaskan perbedaan antara OR dan RR, termasuk apakah OR dapat digunakan sebagai aproksimasi RR pada kasus ini.

Pertanyaan 2:

Anda mengevaluasi dua program intervensi untuk menurunkan perdarahan postpartum. Program A menghasilkan RR = 0,60, dan Program B menghasilkan RR = 0,65. Seorang pejabat menyimpulkan Program A lebih efektif. Apakah kesimpulan ini sudah lengkap? Ukuran asosiasi tambahan apa yang perlu dihitung? Jelaskan dengan contoh angka hipotetis.

E

Rangkuman

1

Tabel 2x2 adalah fondasi seluruh perhitungan ukuran asosiasi epidemiologi.

2

Risk Ratio mengukur berapa kali lipat risiko pada kelompok terpapar — ukuran alami untuk kohort dan RCT.

3

Odds Ratio adalah satu-satunya ukuran untuk kasus-kontrol; OR ≈ RR hanya jika outcome < 10%.

4

Prevalence Ratio untuk cross-sectional; gunakan Poisson/log-binomial regression.

5

Ukuran absolut (RD, NNT, PAR%) sama pentingnya untuk keputusan klinis dan kebijakan.

F

Referensi

  1. Rothman KJ, Greenland S, Lash TL. Modern Epidemiology. 3rd ed. 2008.
  2. Szklo M, Nieto FJ. Epidemiology: Beyond the Basics. 4th ed. 2019.
  3. Zou G. A modified Poisson regression approach... Am J Epidemiol. 2004.
  4. Schmidt CO, Kohlmann T. When to use the odds ratio or the relative risk? Int J Public Health. 2008.
  5. Altman DG, et al. Odds ratios should be avoided when events are common. BMJ. 1998.
  6. Hernán MA, Robins JM. Causal Inference: What If. 2020.

Tugas Kelompok 2 – Minggu 4

Mata Kuliah: Epidemiologi Klinik & Biostatistik Lanjut
Bobot Nilai: 15% dari nilai akhir
Materi: Modul 3 & 4
Batas Pengumpulan: Akhir Minggu ke-4

Skenario Studi

"Studi Faktor Risiko Persalinan Prematur di Tiga Kabupaten"

Studi A — Kohort Prospektif (n=800)
Prematur (+)Aterm (-)Total
ISK (+)48152200
ISK (-)36564600
Total84716800
Studi B — Kasus-Kontrol (84 Kasus, 168 Kontrol)
ISK (+)ISK (-)Total
Kasus483684
Kontrol38130168
Total86166252

Informasi Tambahan:

  • Prevalensi ISK di populasi: 25%
  • Prevalensi persalinan prematur di populasi: 10,5%

Data Stratifikasi (Studi A):

Stratum 1 — Primipara (n=400)

(+)(-)
ISK (+)3070
ISK (-)15285

Stratum 2 — Multipara (n=400)

(+)(-)
ISK (+)1882
ISK (-)21279
Pertanyaan 1 — Perhitungan Studi A (25%)

Hitung Risk Ratio (RR), Risk Difference (RD), Number Needed to Harm (NNH), dan Population Attributable Risk Percent (PAR%). Interpretasikan setiap hasil.

Pertanyaan 2 — Perhitungan Studi B (20%)

Hitung Odds Ratio (OR). Bandingkan dengan RR dari Studi A. Diskusikan rare disease assumption.

Pertanyaan 3 — Confounding & Effect Modification (35%)

Hitung RR stratum-spesifik. Tentukan apakah paritas adalah confounder atau effect modifier. Hitung Mantel-Haenszel adjusted RR.

Pertanyaan 4 — Identifikasi Bias (15%)

Identifikasi bias seleksi potensial di Studi A dan bias informasi potensial di Studi B. Jelaskan mekanisme dan strategi mitigasi.

Pertanyaan 5 — Komunikasi Kebijakan (5%)

Tulis ringkasan eksekutif (maks 150 kata) untuk Kepala Dinkes non-medis. Komunikasikan temuan, angka kunci, dan rekomendasi.

Malang, Maret 2026

Penyusun