Buku 7 dari 15 — Seri Buku Ajar Inti Kompetensi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) · Spektrum Penyakit

Tumor Jinak Ginekologi dan Kelainan Struktural Uterus

Perpustakaan Digital ABBA · Dr.dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., SH., S.Kom. · 2026

BAB I — PENDAHULUAN

Buku ini membahas tumor jinak ginekologi dan kelainan struktural uterus yang umum dijumpai pada usia reproduksi maupun perimenopause. Kompetensi inti mencakup diagnosis, tata laksana konservatif maupun operatif, serta pertimbangan preservasi fertilitas bagi pasien yang masih merencanakan kehamilan.

BAB II — RUANG LINGKUP KONDISI KLINIS

No.KondisiICD-10Catatan Klinis
47Mioma uteri tanpa penyulitD25.9Tumor jinak uterus tanpa komplikasi.
48Adenomiosis tanpa penyulit infertilitasN80.0Adenomiosis ringan, tanpa infertilitas.
49Polip endometriumN84.0Polip jinak endometrium.
50Hiperplasia endometrium tanpa infertilitasN85.0Hiperplasia tanpa infertilitas.
51Endometritis kronik tanpa infertilitasN71.1Peradangan endometrium kronik.
52Tumor jinak ovarium tanpa infertilitasD27Tumor ovarium jinak, tidak terkait infertilitas.
53Kista ovarium terpuntirN83.5Komplikasi akut kista ovarium, kegawatdaruratan ginekologi.

BAB III — MIOMA UTERI DAN ADENOMIOSIS

Mioma uteri ditatalaksana berdasarkan ukuran, lokasi, gejala (perdarahan abnormal, nyeri, gejala penekanan), dan rencana fertilitas pasien — mulai dari observasi, terapi medikamentosa, hingga miomektomi atau histerektomi. Adenomiosis dikelola dengan pendekatan serupa, dengan penekanan pada tata laksana nyeri dan perdarahan abnormal yang menyertainya.

BAB IV — KELAINAN ENDOMETRIUM

Polip endometrium, hiperplasia endometrium, dan endometritis kronik memerlukan evaluasi histopatologi untuk menyingkirkan keganasan atau lesi prakanker, terutama pada hiperplasia dengan atipia. Kompetensi mencakup indikasi biopsi endometrium atau histeroskopi diagnostik, dan penentuan tata laksana medikamentosa versus operatif.

BAB V — TUMOR OVARIUM JINAK DAN KISTA TERPUNTIR

Tumor jinak ovarium dievaluasi melalui karakteristik pencitraan (ultrasonografi) dan penanda tumor untuk menyingkirkan keganasan sebelum menentukan tata laksana konservatif atau operatif. Kista ovarium terpuntir merupakan kegawatdaruratan ginekologi yang menuntut pengenalan cepat (nyeri akut abdomen bawah) dan tindakan operatif segera untuk menyelamatkan ovarium bila memungkinkan.

BAB VI — PRINSIP PRESERVASI FERTILITAS

Pada seluruh kondisi dalam buku ini, Dokter Spesialis wajib mempertimbangkan status fertilitas dan rencana reproduksi pasien dalam menentukan pilihan tata laksana, memilih pendekatan yang paling konservatif secara onkologis dan struktural aman namun tetap mempertahankan potensi fertilitas ketika memungkinkan.

BAB VII — KONTRIBUSI DIVISI OBGINSOS

A. Deskripsi

Keputusan tata laksana tumor jinak ginekologi — observasi, terapi medikamentosa, atau operasi — idealnya murni berbasis indikasi medis. Namun pada kenyataannya, akses terhadap tindakan operatif elektif sering ditentukan oleh antrean jaminan kesehatan, kemampuan membayar biaya tidak langsung (transportasi, kehilangan pendapatan selama rawat), dan tingkat literasi kesehatan yang memengaruhi pemahaman terhadap informed consent. Divisi Obginsos mengajarkan Anda memperhitungkan realitas ini tanpa mengorbankan standar keselamatan dan mutu tata laksana.

B. Keadilan Akses terhadap Tindakan Operatif Elektif

Materi ini membahas bagaimana menyusun rencana tata laksana yang realistis terhadap kondisi sosial-ekonomi pasien tanpa mengurangi kualitas keputusan klinis: menjelaskan pilihan tata laksana dengan bahasa yang dapat dipahami pasien dengan literasi kesehatan terbatas, memastikan informed consent benar-benar dipahami (bukan sekadar tanda tangan formulir), dan membantu pasien menavigasi proses administratif jaminan kesehatan untuk tindakan operatif yang diperlukan. Divisi Obginsos juga menekankan pentingnya mendengarkan preferensi pasien terhadap pilihan konservatif versus operatif, termasuk pertimbangan mereka atas dampak sosial-ekonomi dari waktu pemulihan pascaoperasi.

C. Ilustrasi Kasus Lapangan

Seorang ibu dengan mioma uteri simtomatik direncanakan miomektomi elektif, namun berulang kali tidak hadir pada jadwal operasi yang ditawarkan. Penelusuran yang dibimbing Divisi Obginsos mengungkap bahwa ia adalah tulang punggung keluarga dan khawatir kehilangan pendapatan selama masa pemulihan tanpa ada yang menggantikan perannya mengasuh anak-anak. Solusi yang disusun bersama tim melibatkan penjadwalan operasi pada periode yang paling memungkinkan baginya dan rujukan ke layanan dukungan sosial rumah sakit untuk membantu masa pemulihan, alih-alih sekadar mencatatnya sebagai "pasien tidak patuh".

BAB VIII — RINGKASAN KOMPETENSI YANG HARUS DICAPAI