Buku ini adalah gerbang masuk bagi seluruh Seri Buku Ajar Inti Kompetensi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG). Ditujukan bagi dokter umum yang sedang menempuh Program Studi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin), buku ini memberikan peta menyeluruh atas apa yang akan dipelajari, bagaimana kompetensi tersebut disusun secara resmi oleh Konsil Kesehatan Indonesia, dan bagaimana posisi seorang Dokter Spesialis berbeda dari posisi Dokter Subspesialis yang ditempuh setelahnya.
Seluruh 15 buku dalam seri ini disusun berbasis Keputusan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Nomor HK.01.02/KKI/1318/2026 tentang Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Subspesialis Bidang Obstetri dan Ginekologi, khusus bagian yang mengatur capaian kompetensi Dokter Spesialis (bukan Subspesialis).
Seri buku ini diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab akademik Divisi Obstetri Ginekologi Sosial (Obginsos). Ini bukan buku ajar SpOG generik: setiap kompetensi klinis dasar dalam seri ini diajarkan oleh Dokter Pembimbing Klinis bersubspesialisasi Obginsos, dan karenanya konsisten disertai lensa sosial-medis, kewaspadaan mediko-legal, dan pendekatan biopsikososial pada setiap topik — bukan hanya pada bab yang eksplisit membahas isu sosial.
Untuk mewujudkan komitmen ini secara konkret, Buku 1 sampai dengan Buku 14 masing-masing ditutup dengan satu bab bertajuk "Kontribusi Divisi Obginsos", yang menyampaikan tiga komponen tetap: teks motivasi tentang mengapa perspektif sosial-medis penting untuk topik tersebut, materi diperkaya yang menghubungkan kompetensi klinis dengan determinan sosial dan aspek mediko-legal terkait, dan ilustrasi kasus lapangan yang menunjukkan penerapan nyata. Landasan filosofis penyelenggaraan pendidikan oleh Divisi Obginsos dijelaskan lebih rinci pada Dokumen 7 — Filosofi dan Kekhasan Pendidikan Klinis PPDS Obgin di Bawah Bimbingan Divisi Obginsos (Klaster RS).
Standar Kompetensi menempatkan Dokter Spesialis pada kesetaraan Level 8 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) — setara ISCED Level 7 dan AQRF/EQF Level 7 — sebagai advanced professional practitioner yang mampu menyelesaikan masalah kompleks pada bidang keilmuannya, bekerja lintas disiplin, dan mengambil keputusan klinis secara mandiri. Dokter Subspesialis, yang ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis, berada pada tingkat kualifikasi lebih lanjut dengan lingkup keahlian yang lebih sempit namun lebih dalam pada satu subbidang tertentu (mis. Fetomaternal, Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, Onkologi Ginekologi, Uroginekologi Rekonstruksi, atau Obstetri Ginekologi Sosial).
| Posisi | Kesetaraan Kualifikasi | Sifat Praktik |
|---|---|---|
| Dokter Umum | Level dasar praktik kedokteran umum | Generalis, merujuk kasus spesialistik |
| Peserta Didik PPDS (dalam proses) | Menuju Level 8 KKNI | Terbatas dan bertingkat, dalam supervisi |
| Dokter Spesialis (Sp.OG) | Level 8 KKNI | Mandiri penuh dalam satu bidang spesialisasi (Obstetri dan Ginekologi) |
| Dokter Subspesialis | Di atas Level 8 KKNI, pada subbidang spesifik | Mandiri pada subbidang, menjadi rujukan tertinggi |
Standar Kompetensi mengorganisasikan capaian pembelajaran Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi ke dalam beberapa Area Kompetensi besar, yang menjadi struktur organisasi bagi seluruh buku dalam seri ini:
| Buku | Judul | Fokus |
|---|---|---|
| 0 | Orientasi Kompetensi SpOG | Peta keseluruhan seri (buku ini) |
| 1 | Keselamatan Pasien dan Mutu Layanan Obgin | Area Kompetensi 1 |
| 2 | Obstetri Fisiologis dan Asuhan Antenatal | Kehamilan normal, ANC, kehamilan remaja, kontrasepsi dasar |
| 3 | Obstetri Patologis dan Kegawatdaruratan Maternal | Preeklamsia, perdarahan, ruptur uteri, distosia, dsb. |
| 4 | Obstetri dengan Komorbiditas | Kehamilan dengan DM, HIV, anemia, infeksi sistemik |
| 5 | Persalinan, Nifas, dan Laktasi | Asuhan intrapartum dan pascasalin |
| 6 | Ginekologi Umum dan Infeksi Reproduksi | Vaginitis, servisitis, PID, IMS |
| 7 | Tumor Jinak Ginekologi dan Kelainan Uterus | Mioma, adenomiosis, polip, kista ovarium |
| 8 | Gangguan Haid, Endokrinologi, Infertilitas Dasar | Dismenore, PCOS, infertilitas usia <35 tahun |
| 9 | Menopause, Uroginekologi Dasar, dan Prolaps | Kandung kemih overaktif, prolaps ringan |
| 10 | Deteksi Dini Onkologi Ginekologi Dasar | Lesi prakanker serviks, GTN risiko rendah |
| 11 | Kedokteran Sosial, Mediko-Legal, KB, dan Remaja | Aspek biopsikososial dan hukum praktik Obgin |
| 12 | Keterampilan Prosedural Spesialis Obgin | Prosedur operatif dan non-operatif |
| 13 | Penguasaan Ilmu Dasar dan Farmakologi Obgin | Ilmu penunjang praktik klinis |
| 14 | Interpersonal, Profesionalisme, Sistem, dan Biaya | Area Kompetensi 4–7 |
Kompetensi dalam seri buku ini disusun dengan prinsip peningkatan bertahap: kasus sedang dengan presentasi khas dan risiko rendah-sedang menjadi fondasi pembelajaran tahun-tahun awal; kasus kompleks dengan komorbiditas atau presentasi tidak khas menjadi fokus tahun menengah; dan kemampuan menangani kasus kompleks secara mandiri, termasuk pengenalan kapan harus merujuk ke Dokter Subspesialis, menjadi penekanan tahap akhir pendidikan. Pemetaan rinci tingkat supervisi per tahun pendidikan terhadap setiap kelompok kompetensi diatur dalam Dokumen 4 — Matriks Kewenangan Klinis Bertingkat (Klaster RS), yang menjadi pasangan operasional dari seri buku ini.
Peserta didik disarankan mempelajari buku-buku dalam seri ini secara berurutan, dimulai dari Buku 1 (Keselamatan Pasien), dilanjutkan Buku 2 hingga Buku 11 (spektrum penyakit, disusun dari fisiologis menuju kompleks), kemudian Buku 12 dan 13 (prosedur dan ilmu dasar), dan diakhiri Buku 14 (kompetensi lintas-bidang). Urutan ini selaras dengan struktur kenaikan kewenangan klinis bertingkat pada Klaster RS.